Jadilah Manusia Pemikir Yang kritis

Jadilah Manusia Pemikir yang Kritis

Inti dari kurikulum 2013 yang implementasinya mulai dicanangkan pada tahun ajaran baru 2014/2015 berorientasi menjadikan manusia Indonesia yang pemikir dan kritis bukan manusia penghapal saja. Pemikir akan aktif berpikir dan kritis serta menghasilkan manusia pengemudi bukan manusia penumpang.

“Jadilah manusia pemikir yang kritis” demikian disampaikan Bupati Serdangbedagai (Sergai) H Soekirman saat menjadi inspektur upacara perdana tahun ajaran 2014/2015 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Perbaungan Jalan Mayjend HT Rizal Nurdin, Senin (14/7).

Menurutnya, sosok manusia yang dibutuhkan negeri ini adalah tipe pemikir atau pengemudi yang dituntut selalu cekatan dalam tugasnya. Tipe itu sangat berbeda dengan penumpang yang bisa santai dan tidur di atas bis dalam perjalanan tanpa ada beban untuk berpikir.

Menyahuti implementasi kurikulum 2013 itu, Sergai sudah mempersiapkan segala hal terkait teknis baik implementasi kurikulum guru kelas dan bidang studi, penyediaan anggaran keuangan dan lainnya.

Antisipasi terhadap kurikulum itu juga telah dilakukan melalui up grading/pelatihan dengan metode belajar kreatif, inovatif dan menyenangkan.

Untuk proses belajar mengajar papar Bupati, guru dan siswa laksana dua mata uang yang harus saling koordinasi, meningkatkan komunikasi sehingga implementasinya bisa dipetik ketika evaluasi belajar tahap akhir dan ujian nasional.

Bupati juga mengingatkan pelajar di Sergai, saat ini negara sudah tidak memunyai batas-batas. Pelajar dari daerah terpencil di nusantara ini seperti pedalaman Nias dan Nias Selatan memunyai kesempatan sama seperti pelajar SMAN 1 Perbaungan yang berada di perkotaan mengakses informasi melalui teknologi informasi.

“Salah-salah, pelajar di sini bisa kalah atau ketinggalan informasi kalau tidak rajin mengakses informasi melalui teknologi informasi yang makin berkembang” tandasnya.

Kobarkan Semangat

Pada kesempatan itu, Bupati Soekirman sempat mengobarkan semangat pelajar SMAN 1 Perbaungan dengan membuka sejarah patriotisme perjuangan pahlawan yang terjadi di Kota Perbaungan tidak jauh dari sekolah itu.

Pada 21 Juli 1947, sejarah mencatat darah para pahlawan telah berceceran di Perbaungan khususnya Simpang Tiga saat agresi ke II Belanda yang mencoba lagi masuk ke Indonesia dengan membonceng para sekutu. Namun upaya tersebut dapat dihempang karena bangsa Indonesia sudah berketetapan hati dengan semboyan “Merdeka atau mati”.

Serentak

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Nasional Sergai Drs Joni Walker Manik MM yang turut mendampingi bupati menuturkan, pelaksanaan upacara perdana tahun ajaran 2014/2015 dilakukan serempak di seluruh sekolah negeri mulai tingkat SD sampai SMA dengan menugaskan pejabat eselon II sebagai pembina upacara.

“Upacara seperti ini, serentak kita laksanakan di seluruh sekolah negeri baik SMA maupun SD. Untuk swasta, mungkin nanti kita lakukan pada waktu lain” terangnya sembari menegaskan upacara serentak itu juga untuk memotivasi  para pelajar.

Kepala SMAN I Perbaungan Drs Suhairi M Pd menguraikan, untuk tahun ajaran baru 2014/2015, jumlah pelajar baru mencapai 320 orang yang diklasifikasikan untuk 8 lokal. “Jumlahnya tetap stabil sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya”, terangnya (Sumber : harian Analisa)

– See more at: http://sman1perbaungan.sch.id/web/informasi-detail?id=52#sthash.59QYrOXF.dpuf